Monday, 27 February 2012

PERNIKAHAN : DALIL DARI AL-QURAN & AL-HADIS

Bismillahirahmannirrahim..

Pernikahan adalah suatu perkara yang amat indah dan diimpikan oleh setiap orang. Islam amat menggalakkan umatnya bernikah atau dalam istilah nusantara disebut sebagai berkahwin. Pernikahan atau perkahwinan ini amat dituntut oleh Islam, ianya dilambangkan sebagai sebahagian tuntutan yang perlu dilakukan bagi menjamin kesejahteraan hidup bagi individu, keluarga , mahupun masyarakat. Dalam Al-Quran sendiri terdapat beberapa ayat yang menerangkan tentang pernikahan. 

Begitu juga dengan hadis Rasulullah SAW. Baginda sering menasihatkan pemuda-pemuda supaya menyegerakan pernikahan. Ini kerana pernikahan itu membawa berbagai-bagai hikmah dan kebaikan. Antara hikmah pernikahan adalah sebagai wadah birahi manusia. Manusia yang tidak dapat mengendalikan nafsu birahi akan sangat mudah terjebak pada ajakan syahwat terlarang. Pintu pernikahan adalah cara yang tepat dalam mewadahi ‘aspirasi’ nulari normal seorang manusia.

Selain itu pernikahan juga dituntut bagi menjamin akhlak terpuji, memotivasikan semangat beribadah, membangunkan rumahtangga islamik, dan untuk mendapatkan zuriat penyambung keturunan. Islam melihat pernikahan ini sebagai suatu perkara yang penting dan perlu disegerakan. Di sini disertakan beberapa dalil yang menunjukkan betapa sesuatu pernikahan itu sangat-sangat dituntut oleh agama Islam yang mulia ini.

DALIL DARIPADA AL-QURAN
  1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memberi rezeki kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Maha Mengetahui." (Surah An-Nur : 32).
  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (Surah Adz-Dzariyaat  : 49).
  3. "Maha Suci Allah yang telah menciptakan (hidupan) berpasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (Surah Yasiin : 36).
  4. "Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (isteri-isteri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari isteri-isteri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik." (Surah An-Nahl : 72).
  5. "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Surah Ar-Ruum : 21).
  6. "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan solat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Surah At-Taubah : 71).
  7. "Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Dia jadikan daripadanya (diri itu) jodohnya, kemudian Dia kembang-biakkan menjadi lelaki dan perempuan yang banyak sekali." (Surah An-Nisa' : 1).
  8. "..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..". (Surah An-Nisa’ : 3).
  9. "Dan tidaklah patut bagi lelaki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa menderhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Surah Al-Ahzaab : 36).
  10. "Janganlah kalian mendekati zina, kerana zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (Surah Al-Isra : 32).
  11. "Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya." (Surah Al-A’raf : 189).
  12. "Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (Surah An-Nur : 26)


DALIL DARIPADA HADIS


  1. Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka pada sunnahku, maka dia bukan golonganku."(HR : Ibnu Majah, dari Aisyah r.anha).
  2. "Empat macam yang termasuk di antara sunnah-sunnah para Rasul iaitu berkasih sayang, memakai wangian, bersiwak dan menikah." (HR : Tirmidzi).
  3. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu." (HR : Hakim & Abu Daud).
  4. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang isteri yang solehah, sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Dan hendaklah dia bertaqwa kepada Allah untuk separuh lainnya.” (HR : Baihaqi).
  5. Dari Amr Ibnu Asr, Rasulullah SAW bersabda: "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita solehah." (HR : Muslim, Ibnu Majah & An-Nasa'i)
  6. “Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah isteri yang solehah”. (HR : Muslim)
  7. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah iaitu orang yang berjihad (berperang) di jalan Allah, budak yang menebus dirinya dari tuannya, dan pemuda/i yang menikah kerana mahu menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR : Tirmidzi, Ibnu Hibban & Hakim)
  8. “Wahai pemuda-pemuda! Bila di antaramu sudah mampu menikah hendaklah ia (segera) nikah, kerana (dengannya) mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR : Bukhari & Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a.).
  9. Rasulullah SAW bersabda: "Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak". (HR : Abu Daud).
  10. "Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain." (HR : Abdurrazak & Baihaqi).
  11. "Solat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)." (HR : Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah r.a.).
  12. "Rasulullah SAW bersabda: "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah." (HR : Bukhari).
  13. "Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang." (HR : Abu Ya'la & Thabrani).
  14. Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR : Thabrani & Baihaqi).
  15. "Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR : Abu Sa’id).
  16. "Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu untuk bernikah, maka hendaklah dia bernikah. Kerana dengan bernikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, kerana sesungguhnya puasa itu dapat menjadi perisai baginya." (HR : Bukhari & Muslim).
  17. Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seorang lelaki dan wanita berkhalwat (berdua-duaan), sebab syaitan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya." (HR : Bukhari & Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas r.a.).
  18. Rasulullah SAW bersabda: "Jika datang (melamar) kepadamu orang (lelaki) yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka segerakanlah (pernikahan). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya nescaya terjadi malapetaka di bumi dan kerosakan yang luas." (HR : At-Tirmidzi)
  19. “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) kerana silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita kerana kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya. Siapa yang menikahinya kerana kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan. Siapa yang menikahi wanita kerana bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau kerana ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya." (HR : Thabrani).
  20. "Janganlah kamu menikahi wanita kerana kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita kerana harta (kedudukannya) mungkin saja harta (kedudukannya) membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita kerana agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang solehah (baik), meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama." (HR : Ibnu Majah).
  21. Dari Jabir r.a., sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : "Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang kerana agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya, maka pilihlah yang beragama." (HR : Muslim & Tirmidzi).


p/s : HADIS-HADIS DI ATAS DINILAI SAHIH dan SEBAHAGIANNYA BERSTATUS HASAN

Lain-lain info tentang Nikah dan Perkahwinan :

Disediakan oleh,
1. Abu Iqbal Al-Qaireen

Rujukan,
1. Al-Quran.
2. Mukhtasar Ihya' Ulumuddin,karya Imam Al-Ghazali, bab 12 & bab 23. 
3. Memasuki Gerbang Perkahwinan (edisi kedua), terbitan JAKIM.

No comments: