Friday, 1 June 2012

GAY, LESBIAN & HOMOSEKSUAL


DOSA-DOSA HOMOSEKSUAL

Homoseksual  adalah seburuk-buruk perbuatan keji yang tidak layak dilakukan oleh manusia normal. Allah telah menciptakan manusia terdiri dari lelaki dan perempuan, dan menjadikan perempuan sebagai tempat lelaki menyalurkan nafsu biloginya, dan demikian sebaliknya. Sedangkan perilaku homoseksual (semoga Allah melindungi kita darinya) keluar dari makna tersebut dan merupakan bentuk perlawanan terhadap tabiat yang telah Allah ciptakan itu. Perilaku homoseksual merupakan kerosakan yang amat parah. Padanya terdapat unsur-unsur kekejian dan dosa perzinaan, bahkan lebih parah dan keji daripada perzinaan.

Aib wanita yang berzina tidaklah seperti aib lelaki yang melakukan homoseksual. Kebencian dan rasa jijik kita terhadap orang yang berbuat zina tidak lebih berat daripada kebencian dan rasa jijik kita terhadap orang yang melakukan homoseksual. Sebabnya adalah meskipun zina menyalahi syariat, akan tetapi zina tidak menyalahi tabiat yang telah Allah ciptakan (di antara laki-laki dan perempuan). Sedangkan homoseksual menyalahi syariat dan tabiat sekaligus.

Para alim ulama telah sepakat tentang keharaman homoseksual. Allah SWT dan Rasulullah SAW telah mencela dan menghina para pelakunya.

Firman Allah SWT, maksudnya : 

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun  (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas" [Al-A’raf : 80-81]

Dalam kisah kaum Nabi Luth ini tampak jelas penyimpangan mereka dari fitrah. Sampai-sampai ketika menjawab perkataan mereka, Nabi Luth mengatakan bahawa perbuatan mereka belum pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya.

BESARNYA DOSA HOMOSEKSUAL SERTA KEKEJIAN DAN KEJELEKANNYA

Kekejian dan kejelekan perilaku homoseksual telah mencapai puncak keburukan, sampai-sampai haiwan pun menolaknya. Kita tidak mendapatkan seekor haiwan jantan pun yang mengahwini haiwan jantan lain. Akan tetapi keanehan itu terdapat pada manusia yang telah rosak akalnya dan menggunakan akal tersebut untuk berbuat keburukan.

Dalam Al-Qur’an Allah menyebut zina dengan kata faahisyah (tanpa alif lam), sedangkan homoseksual dengan al-faahisyah (dengan alif lam), (jka ditinjau dari bahsa Arab) tentunya   perbezaan dua kta tersebut sangat besar. Kata faahisyah tanpa alif dan lam dalam bentuk nakirah yang dipakai untuk makna perzinaan menunjukkan bahwa zina merupakan salah satu perbuatan keji dari sekian banyak perbuatan keji. Akan tetapi, untuk perbuatan homoseksual dipakai kata al-faahisyah dengan alif dan lam yang menunjukkan bahwa perbuatan itu mencakup kekejian seluruh perbuatan keji. Maka dari itu Allah SWT berfirman. :

"Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian." [Al-A’raf : 80]

Maknanya, kalian telah mengerjakan perbuatan yang keburukan dan kekejiannya telah dikukuhkan oleh semua manusia.

Sementara itu, dalam masalah zina, Allah SWT berfirman :

"Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu faahisyah (perbuatan yang keji) dan suatu jalan yang buruk." [Al-Isra : 32]

Ayat ini menerangkan bahwa zina adalah salah satu perbuatan keji, sedangkan ayat sebelumnya menerangkan bahwa perbuatan homoseksual mencakup kekejian.

Zina dilakukan oleh lelaki dan perempuan kerana secara fitrah di antara lelaki dan perempuan terdapat kecenderungan antara satu sama lain, yang oleh Islam kecenderungan itu dibimbing dan diberi batasan-batasan syariat serta cara-cara penyaluran yang sebenarnya. Oleh kerana itu, Islam menghalalkan nikah dan mengharamkan zina serta memeranginya, Allah SWT berfirman:

"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." [Al-Mukminun : 5-7]

Jadi,  hubungan apapun antara lelaki dan perempuan di luar batasan syariat dinamakan zina. Maka dari itu hubungan antara lelaki dan perempuan merupakan panggilan fitrah keduanya, adapun penyalurannya mungkin dengan cara yang halal, mungkin pula dengan yang haram.

Akan tetapi, jika hal itu dilakukan antara lelaki dengan lelaki atau perempuan dengan perempuan, maka sama sekali tidak ada hubungannya dengna fitrah. Islam tidak menghalalkannya sama sekali kerana pada naluri dan fitrah manusia tidak terdapat kecenderungan seks lelaki kepada lelaki atau perempuan kepada perempuan. Sehingga jika hal itu terjadi, bererti telah keluar dari batas-batas fitrah dan tabiat manusia, yang selanjutnya melanggar hukum-hukum Allah. Firman Allah yang bermaksud :

"Yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian." [Al-A’raf : 80]

Mujtahid berkata : “Orang yang melakukan perbuatan homoseksual meskipun dia mandi dengan setiap titisan air dari langit dan bumi masih tetap najis”.

Fudhail Ibnu Iyadh berkata : “Andaikan pelaku homoseksual mandi dengan setiap titisan air langit maka dia akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak suci”.

Ertinya, air tersebut tidak dapat menghilangkan dosa homoseksual yang sangat besar yang menjauhkan antara dia dengan Tuhannya. Hal ini menunjukkan betapa mengerikannya dosa perbuatan tersebut.

Amr bin Dinar berkata menafsirkan ayat diatas : “Tidaklah sesama lelaki saling meniduri melainkan termasuk kaum Nabi Luth”.

Al-Walid bin Abdul Malik berkata : “Seandainya Allah SWT tidak menceritakan kepada kita berita tentang kaum Nabi luth, maka aku tidak pernah berfikir kalau ada lelaki yang menggauli lelaki”.

AZAB DAN SIKSA KAUM NABI LUTH

Disebutkan bahwa Allah SWT menghujani mereka dengan batu. Tidak tersisa seorangpun melainkan dia dihujani batu tersebut. Sampai-sampai disebutkan bahawa salah seorang dari pedagang di Makkah juga terkena hujan batu sekeluarnya dari kota itu. Kerasnya azab tersebut menunjukkan bahwa homoseksual merupakan perbuatan yang paling keji sebagaimana yang disebutkan dalam dalil.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. , dia berkata bahwa Nabi SAW bersabda :

"Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth."          [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 (no. 7337)]

Waallahua'lam...

- Abu Iqbal Al-Qaireen.

No comments: